Jakarta (KABARIN) - Arab Saudi mendorong penguatan kerja sama ekonomi di antara negara-negara Islam sekaligus memperbesar peran sektor swasta sebagai motor pembangunan di tengah perubahan ekonomi global yang semakin cepat.
"Perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat menuntut kerja sama yang lebih erat di antara negara-negara Islam serta pemberdayaan sektor swasta agar berperan lebih besar dalam mendukung pembangunan ekonomi," ujar Ketua Federasi Kamar Dagang Arab Saudi Abdullah Saleh Kamel dalam keterangan tertulis, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Kamel di sela pertemuan ke-40 Dewan Direksi Kamar Dagang dan Pembangunan Islam serta sidang ke-72 Komite Keuangan organisasi tersebut yang digelar di Ankara, Turkiye, pada Selasa.
Pertemuan tersebut ditutup oleh Wakil Presiden Turki Cevdet Yılmaz. Delegasi Arab Saudi dipimpin Kamel bersama Sekretaris Jenderal Federasi Kamar Dagang Arab Saudi Sultan bin Mohammed Al-Musallam serta perwakilan federasi dan kamar dagang dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Kamel mengatakan Kamar Dagang dan Pembangunan Islam terus berkomitmen memperluas perdagangan serta investasi di antara negara anggota OKI guna memperkuat integrasi ekonomi sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda dan para wirausaha.
Ia menambahkan, keterlibatan Federasi Kamar Dagang Arab Saudi sebagai representasi sektor usaha nasional merupakan kelanjutan dari peran aktif kerajaan sebagai salah satu pendukung utama Kamar Dagang dan Pembangunan Islam sejak organisasi tersebut berdiri.
Menurut Kamel, langkah itu juga menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam mempererat kerja sama ekonomi di antara negara-negara Islam.
Ia menilai pesan tersebut juga relevan bagi negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, termasuk Malaysia dan Indonesia, yang menjadikan pengembangan sektor swasta, kewirausahaan generasi muda, ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, serta konektivitas perdagangan regional sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Federasi Kamar Dagang Arab Saudi Sultan bin Mohammed Al-Musallam mengatakan keikutsertaan federasi dalam forum tersebut mencerminkan komitmen Arab Saudi untuk memperkuat kerja sama ekonomi dunia Islam sekaligus meningkatkan kehadiran sektor usaha Saudi di berbagai forum ekonomi internasional.
Ia juga menyoroti hubungan ekonomi Arab Saudi dan Turkiye yang terus menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan kedua negara sepanjang 2025 mencapai sekitar 32,1 miliar riyal Saudi atau sekitar 8,5 miliar dolar AS, meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi terbentuknya kemitraan bisnis yang lebih berkualitas antara pelaku usaha kedua negara.
Dalam forum itu, peserta juga meninjau sejumlah program di bawah Kamar Dagang dan Pembangunan Islam, seperti Pusat Arbitrase OKI (OIC Arbitration Centre/OIC-AC), Saleh Kamel Sustainable Entrepreneurship Organisation (SKSEED), serta Islamic Chamber Training Academy (ICTA).
Agenda pertemuan turut memuat pemaparan pengalaman Persatuan Kamar Dagang dan Bursa Komoditas Turkiye (TOBB) dalam mendorong pengembangan sektor swasta dan menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Selain sidang ke-72 Komite Keuangan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai pertanian berkelanjutan, inovasi, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, kewirausahaan, pemberdayaan pelaku usaha laki-laki dan perempuan, hingga penguatan kapasitas kamar dagang untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Dewan Direksi Kamar Dagang dan Pembangunan Islam juga membahas sejumlah agenda pengembangan organisasi serta berbagai inisiatif masa depan, termasuk mengevaluasi pelaksanaan program yang bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara Islam dan mempersiapkan peringatan 50 tahun berdirinya organisasi tersebut pada 2027.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026